hei kamu, apa kamu tau melangkah kembali itu tidak mudah. oh, aku lupa… mungkin kamu tidak tau dan tidak mau tau. jadi sia-sia juga kalau aku menjelaskan lagi kesekian kalinya kepadamu.

hei kamu, aku mulai merasa lelah. menantimu yang tak kunjung kembali. aku tidak tau… kamu enggan untuk kembali atau masih sibuk terus mencari .

jadi, kalau kamu mencariku ketika aku sudah memutuskan untuk berhenti menunggu itu bukan salahku kan?

kepada kamu yang telah lama pergi

waktu yang lama ini… yg mungkin bagi kamu bersamanya terlalu begitu singkat, tapi aku tidak bisa melaluinya dengan mudah.

menurutmu, melangkah itu mudah? NGGAK!

aku benci. aku benci mengucap selamat jalan… aku benci membasuh kenangan demi kenangan sampai ujungnya aku berakhir dalam kepura-puraan. aku pura-pura mengikhlaskan, aku pura-pura tak terluka, aku pura-pura berjalan kedepan. tapi kamu tidak pernah tau ketika kamu berpaling, aku kembali. kembali ke tempat pertama kita bertemu. 

perpisahan itu aku simpan dimesin waktu, tapi malah mematikan waktu. padahal rindu selalu membawaku ke masa lalu, dan lagi lagi…. kamu tidak tau. aku linglung setelah kamu pergi, untuk siapa celinggukan ini.

sedetik setelah kamu pergi, buat siapa lagi lengkung senyum ini. kamu yang menjauh cuma mendekatkan aku dengan kesepian. aku… selalu disini. dipersimpangan jalan ini. dan ketika kamu dengannya menemui akhir, aku masih melambaikan tangan ini kepada kamu yang telah lama pergi.

Tiada yang lebih indah. Tiada yang lebih rindu. Selain hatiku. Andai engkau tahu.

Kamu boleh terus percaya bahwa kemarin, besok, lusa, dan hari-hari sesudah itu….

Aku masih disini.

Zarry Hendrik: Aku Sudah Nyata Untukmu

zarryhendrik:

Ketidakpastian hanyalah keyakinan yang tidak sepenuhnya.

Jarak hanyalah ruang untuk merindu, orang yang setia akan menghormati keberadaannya.

Jika ada hati yang dipilih, maka seharusnya ada sikap yang diambil.

Apa aku harus percaya kau? Kau bahkan tak yakin pada diri sendiri.

Baik adalah…

halo penyelamat :)

terima kasih kamu sudah menjadi perban saat aku luka.

terima kasih kamu sudah menuntunku kembali berjalan walau masih tertatih-tatih.

terima kasih telah menuntunku agar selalu memandang kedepan walau terkadang aku menengok kebelakang.


terima kasih, untukmu…

mungkin ini bukan semua salahmu. mungkin salahku juga. harusnya aku belajar cara mencintai, lagi. aku masih menggunakan cara yang salah untuk mencintai seseorang. terlebih-lebih dalam mencintai kamu. tak seharusnya aku memberikan sepenuhnya. iya, harusnya tidak sepenuhnya.

andaikan dulu tak kuberikan sepenuhnya,

ngga bakalan sesakit ini.

ngga bakalan meninggalkan sedalam ini.

ngga bakalan sesulit ini untuk melepaskan.

dan ngga bakalan sesulit ini untuk melupakan.

Curhat Buat Sahabat
"Aku akan diam"
"Diam?"
"Ya. Diam! Diam di tempat. Tidak ada lagi usaha macam-macam, muluk-muluk. Karena aku yakin di luar sana, pasti ada orang yang mau tulus sayang sama aku, yang mau menemani aku pada saat susah, pada saat aku sakit..."